Ir. Soekarno atau lebih akrab dipanggil Bung Karno, lahir di
Surabaya, 06 Juni 1901. Beliau pernah menempuh pendidikan di HBS dan THS
Bandung (1926). Pernah menjadi pegawai SS, mendirikan biro teknik bersama Ir.
Anwari, selanjutnya Beliau lebih mementingkan perjuangan kemerdekaan bangsanya.
Setelah menjadi anggota Jong Java, kemudian beliau mendirikan Algemene Studie
Club (1925) di Bandung dengan majalahnya Soeloeh Indonesia Moeda. Pada tahun
1927 bersama Mr. Iskaq Tjokroadisoerjo, Sunario, dan lainnya, beliau mendirikan
Perserikatan Nasional Indonesia di Bandung, dan pada tahun 1928 namanya diganti
menjadi Partai Nasional Indonesia. Pada tahun 1929 beliau ditangkap Pemerintah
Hindia Belanda serta dijatuhi hukuman penjara 4 di Sukamiskin dan setelah bebas
pada tahun 1931, beliau bergabung dengan Partindo setelah PNI dibubarkan oleh Mr. Sartono. Pada
tahun 1933 beliau ditangkap lagi dan dibuang ke Endeh, Flores, kemudian
dipindahkan ke Bengkulu tahun 1937 dan disana beliau menjadi ketua Majelis
Pengajaran Muhammadiyah cabang Bengkulu. Semasa di Endeh Bung Karno mendalami
ajaran Islam, antara lain surat menyurat dengan dengan Abu Hassan ulama
Persatuan Islam di Bandung. Pada tahun 1942 beliau dibebaskan dan dikawal oleh
Kenpei (polisi militer Jepang). Beliau menjadi ketua Pusat Tenaga Rakyat
bersama – sama Dr. Haji Mohammad Hatta, Ki Hadjar Dewantara dan Kiai Haji Mas
Mansur (1943). Pada tahun 1944 Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dirombak menjadi
Djawa Hookokai (Kebangkitan Rakyat Jawa), Bung Karno tetap menjadi ketua
sekaligus menjadi ketua Tjuo Sangi In, semacam Badan Penasehat Pemerintah Balatentara
Jepang di Jawa. Pada bulan Mei 1945 di bentuk Badan Penyelidik Usaha – Usaha Kemerdekaan
Indonesia (Dokuritzu Zyunbi Tyoosakai) dan pada rapatnya yang pertama pada
tanggal 1 juni 1945 yang membahas tentang dasar Negara, Bung Karno mencetuskan
pertama kali istilah Pancasila, sehingga sampai saat ini pun, setiap tanggal
tersebut diperingati hari lahirnya Pancasila. Bersama Mohammad Hatta, Ir.
Soekarno membacakan proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pegangsaan
Timur 56, Jakarta Pusat. Pada tahun 1948 beliau kembali ditangkap Belanda dengan
sejumlah pemimpin lainnnya dan diasingkan ke Bangka, kemudian dikembalikan ke
Yogya serta dipulihkan kedudukannya sebagai presiden RI. Bulan Desember 1949
beliau dinobatkan sebagai presiden RI Serikat dan kembali ke Jakarta. Setelah
memegang kekuasaan selama 22 tahun, pada tanggal 20 Februari 1967, beliau
menyerahkan seluruh kekuasaannya kepada Jenderal Soeharto. Beliau meninggal
pada tanggal 21 Juni 1970 di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarta,
setelah menderita penyakit ginjal yang agak lama. Dengan mendapatkan perhatian
yang luar biasa, jenazah Bung Karno dimakamkan di Blitar. Beliau merupakan
seorang orator, politikus, seniman, patriot, dan muslim. Lebih dari 500
karangan tulisannya dalam Oetoesan Hindia di bawah nama Bima. Beliau telah
berkelana keberbagai Negara, dan mendapat berbagai gelar kehormatan dari
perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Beliau sangat berjasa besar karena
telah mempersatukan RI dari Sabang sampai Merauke.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar